HARTABUTA :
Sabtu, 16-8-2026 M.
[16/5 10.13] +62 819-:
Sumber :
WAG Siroh Wali Songo - Catatan HJ de Graafschap.
Mengapa Banten Begitu Mengerikan bagi Raja Jawa (?)
"Jangan main-main sama Banten!" Begitulah kira-kira narasi imajiner yg timbul pasca peristiwa aneh dan mengerikan di Mataram.
Peristiwa apakah itu?
Dalam catatan H.J. de Graaf, pada tahun 1651 raja Mataram__Sunan Amangkurat I pernah memerintahkan Pangeran Purbaya untuk menyiapkan bala tentaranya serta seluruh armada perang di pelabuhan Bonang Demak.
Armada perang ini sudah sangat siap, tinggal menunggu perintah berangkat untuk menyerang Kesultanan Banten. Peristiwa ini terjadi pada masa Sultan Abdul Mafakhir Abdul Kadir Kenari, yang menjadi Sultan Banten.
Kesultanan Banten sendiri pada waktu itu dalam kondisi 'belum' siap perang.
Tapi anehnya... Pada satu malam__sehari sebelum hari penyerangan yg sudah matang direncanakan, Sultan Mataram bermimpi sakit bisul. Ajaibnya! "Mimpi menjadi kenyataan" Ketika terbangun Sunan Amangkurat I betul betul terkena bisul.
Sultan Mataram berfirasat bahwa kejadian aneh ini sebagai sebuah pertanda buruk jika ia memaksakan diri menyerang Banten.
Dan, tidak hanya itu. Sunan Amangkurat I makin merasakan ada kejanggalan saat menguji meriam-meriam yang dipersiapkan untuk menyerang Banten. Meriam-meriam itu tak bisa melontarkan mesiu. Macet! Malfungsi!
Bahkan ada mesiu yang dinyalakan justru berbalik arah dan meledak persis di depan pintu gerbang Kesultanan Mataram.
Kejadian ini tentu dirasakan aneh oleh Sunan Amangkurat I, hingga akhirnya rencana menyerang Banten di-cancel; batal!!. Raja Mataram memandang seperti ada kekuatan gaib yang melindungi tanah Banten. Ini menurut catatan H.J. de Graaf, bukan kata saya. 😅
Hermanus Johannes de Graaf adalah sejarawan Belanda yg mengkhususkan diri menulis sejarah di Jawa.
Dampak dari peristiwa itu, raja-raja Jawa segan terhadap kesultanan Banten, sehingga dalam sejarah tercatat Banten belum pernah ditaklukkan Kesultanan Mataram. Bahkan Banten berhasil merebut dan menguasai Kesultanan Cirebon dan Sumedang Larang dari cengkraman Mataram, hingga Banten diberi kuasa membawahi wilayah sepanjang Sungai Citarum hingga Cianjur. Seluruh tatar Sunda kembali direbut oleh salah satu ahli warisnya yg tidak pernah menjadi vazal Mataram.
Periode sejarah ini cukup panjang yaitu sekitar 53 tahun (1627-1680). Meski pada tahun 1680 kekuasaan Banten atas Sumedang berakhir ketika Pasukan Banten dikalahkan oleh pasukan gabungan Mataram, VOC dan Cirebon. Benar-benar rumit!!
Kesultanan Banten resmi di bawah kontrol penuh VOC dan hilang kedaulatannya pada tahun 1684, pada era akhir kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. Begitu pula Sumedang, berubah menjadi keadipatian dan kembali menjadi vazal Mataram.
Namun hingga priode akhir, wilayah utama Kesultanan Banten tidak pernah tersentuh kekuasaan Mataram. Justru ia pernah membunuh 'ambisi Mataram' tanpa menyentuh; lewat peristiwa yg aneh dan mistis.
Ini hanya catatan sejarah. Bawa santai. Move on; masa lalu biarlah berlalu.
_______________cakra_widiantara______________
Ctt: bila Anda ingin mendapat bacaan ringan tentang sejarah dan budaya yang unik, ringkas dan jarang dibahas, silahkan mengikuti.
#catatansejarah #sejarah #budaya #mataram #tatarsunda #banten #sumedang #cirebon #binokasih
[16/5 10.55] +62 821-4352-6376: Ini tulisan di fb, persis
[16/5 11.10] +62 819-5963-1213: Ya memang. Itu kan dibawah ada nama penulisnya, sekedar sharing disini .. barangkali ada yg mau menambahi 🙏🏻..
Saya pikir jauh lebih baik grup ini diberikan cerita berdasarkan dugaan data dan tulisan dibandingkan ngomongin yg gak keruan macem 😁🙏🏻🙏🏻
[16/5 12.18] +62 856-3422-988: Masssokkk pak Dokter🙏
و الحمد للّه ربّ العالمين
صلّى اللّه على محمّد






0 comments:
Post a Comment